PENJAJAHAN
BANGSA BARAT DI INDONESIA
A.
Sebab dan Tujuan Kedatangan Bangsa Barat
Secara umum kedatangan bangsa Eropa ke Asia termasuk Indonesia dilandasi
keinginan mereka untuk berdagang (gold), menyebarkan agama (glory),
mencari kemuliaan bangsa (gospel) & menyalurkan jiwa penjelajah.
Sejak abad ke-13 rempah2 memang bahan dagang yang sangat menguntungkan.
Hal ini mendorong orang Eropa untuk mencari harta kekayaan ini sekaligus
menjelajah samudra. Awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya
untuk membeli rempah2 dari para petani Indonesia, namun karena kebutuhan
industri di Eropa akan rempah2 semakin meningkat, akhirnya mereka mengambil
daerah daerah2 yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Bangsa Eropa
melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam
Indonesa sebanyak mungkin, sehingga Eropa menjadi satu2nya pembeli bahan2 ini
dan harga bahan2 tersebut juga ditentukan oleh bangsa Eropa.
B. Kedatangan
dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia
Bangsa Portugis
Bangsa Portugis
- Ekspedisi pertama untuk mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis oleh Portugis & Spanyol. Bangsa lainnya : Inggris, Prancis, Belanda melakukan ekspedisi setelah kedua bangsa tersebut.
- Orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan ke Indonesia adalah Bartholomeus Diaz. Ia meninggalkan Portugal thn 1486, ia menyusuri pantai barat Afrika sampai tiba di Tanjung Harapan, namun gagal mencapai Indonesia.
- Setelah Bartholomeus Diaz menemukan jalan ke timur di Tanjung Harapan (Afrika Selatan), upaya mencari jalan ke Indonesia diteruskan oleh Vasco de Gama. Ia berangkat thn 1497 dan berhasil melewati Tanjung Harapan.
- Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah : Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Tahun 1498 Vasco de Gama tiba di Kalikut, India. Sejak saat itu perdagangan antara Eropa & India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah tetapi menyusuri pantai timur Afrika.
- Kolonialisme Portugis di Indonesia yang pertama dimulai sejak kedatangan Alfonso d’Albuquerque di Maluku. Tahun 1511, ekspedisi Portugis di bawah pimpinannya berhasil menaklukkan Malaka. Dari sana mereka pergi ke Maluku & diterima baik oleh raja Ternate, mereka diperbolehkan berdagang & membangun benteng.
Bangsa
Spanyol
- Pelopor dari Spanyol yag mencari jalan langsung ke Indonesia adalah Chritopher Colombus, yang berlayar dengan 3 buah kapal.
- Rute perjalananannya berbeda dengan Portugis, Colombus berlayar kea rah Barat melewati Samudra Atlantik & tiba di kepulauan Bahama, Amerika. Tapi, ia mengira bahwa ia telah sampai di India, maka ie menamakan daerah itu sebagai kepulauan India & penduduknya disebut Indian.
- Selanjutnya, ekspedisi dipimpin oleh Hernando Cortez (1519) yang berhasil menaklukkan & merampas kekayaan suku Astek di Meksiko.
- Pada thn 1519, orang Portugis yang bernama Ferdinand Magelhaens yang bekerja pada pemerintah Spanyol berhasil mencapai Kepulauan Massava (Filipina). Ia berangkat melalui Samudra Atlantik, ujung Amerika Selatan, lalu masuk ke Samudra Pasifik. Tiba di Filipina pada thn 1521. Tapi pada saat ia mencoba mengatasi perang antar suku di Cebu, Filipina, ia terbunuh.
- Magelhaens digantikan oleh Del Cano. Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgah sebentar di Tidore. Sejak saat itu, Tidore & Spanyol menjalin kerja sama dalam bidang perdagangan serta diperkuat dengan membangun benteng Spanyol di Tidore.
- Kondisi ini mengancam keberadaan Portugis di Ternate. Selain itu, Ternate & Tidore juga sudah bermusuhan sejak lama, sehingga Portugis dibantu Ternate melawan Tidore-Spanyol. Benteng Spanyol direbut oleh Portugis. Namun dengan perantara Paus di Roma Portugis & Spanyol mengadakan perjanjian Zaragosa yang menetapkan : Maluku dikuasai Portugis, Filipina dikuasai Spanyol.
Bangsa Inggris
- Kedatangannya dirintis oleh Sir Francis Drake & Thomas Cavendish.
- Pada thn 1579, Francis Drake berlayar ke Indonesia mengikuti jalur yang dilalui Magelhaens dan berhasil membawa rempah2 dari Ternate kembali ke Inggirs lewat Samudra Hindia.
- Selanjutnya, ekspedisi dilanjutkan oleh Thomas Cavendish melalui jalur yang sama.
- Berdasarkan pengalaman 2 pelaut tersebut, Ratu Elizabeth I meningkatkan pelayaran internasionalnya. Dilakukan untuk menggalakkan ekspor wol demi menyaingi Spanyol & mencari rempah2.
- Sejak 31 Desember 1600, Ratu Elizabeth memberi hak istimewa pada EIC untuk mengurus perdagangan di Asia.
- Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai thn 1604, sejak pertama kali tibam EIC mendirikan kantornya di Ambon, Aceh, Jayakarta, Banjar, Jepara, Makassar. Tetapi armada Inggris tidak mampu menyaingi armada Belanda, karena rakyat tidak suka dengan cara berdagang EIC yang memaksa & menurut aturannya sendiri. Pada akhirnya EIC pindah ke India.
Bangsa Belanda
- Van Neck adalah armada Belanda yang pertama kali berusaha mencapai Indonesia, tapi gagal.
- Pada thn 1595, armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman & Pieter Kaizer berangkat menuju Indonesia. Mereka menyusuri pantai barat Afrika & sampai ke Tanjung Harapan. Kemudian mereka melewati Samudra Hindia & masuk ke Indonesia melalui Selat Sunda, lalu tiba di Banten.
- Dari Banten, mereka ingin ke Maluku untuk membeli rempah2, tapi mereka gagal. Cornelis de Houtman kembali ke negrinya thn 1597 & disambut sebagai penemu jalan ke Indonesia.
- Awalnya Belanda memang kalah dari Portugis. Namun lama-kelamaan armada Belanda semakin banyak & Portugis semakin terdesak. Dan akhirnya Portugis terusir dari Maluku, yang menandakan era kolonialisme Belanda di Indonesia. Pedagang2 Belanda semakin banyak datang ke Indonesia.
C. Kebijakan-Kebijakan
Pemerintah Kolonial di Indonesia
Kebijakan Bidang Ekonomi
Kebijakan Bidang Ekonomi
- Portugis
Di
Indonesia, Portugis pertama kali datang ke Maluku dan diterima baik oleh Sultan
Ternate
Kebaikan
Sultan Ternate sebenarnya mempunyai maksud, yaitu untuk mengurangi ancaman
Kerajaan Tidore, menjalin kerja sama dengan Portugis supaya Tidore tidak berani
menyerang, sebab mereka bermusuhan sejak lama
Situasi
ini dimanfaatkan oleh Portugis dengan sebaik mungkin. Portugis menerima
imbalan yang disetujui Sultan Ternate, yaitu: hak monopoli perdagangan di
Kerajaan Ternate
- Inggris
Menanamkan
pengaruh ekonomi dengan adanya EIC yang berhasil menjalin hubungan dengan
kerajaan Kesultanan Aceh, Kerajaan Banjar, Jayakarta, Gowa.
EIC
gagal menanamkan dominasi perdagangannya di Indonesia karena EIC terlalu
memaksakan pola perdagangannya menurut aturan2 yang mereka tetapkan, sehingga
kurang didukung penguasa setempat.
EIC
juga kalah bersaing dengan armada Belanda.
- Belanda
Tahun
1602 Belanda memiliki serikat dagang yang bernama VOC (Persekutuan Dagang
Hindia Timur)
VOC
dibentuk untuk mengatasi persaingan antar pedagang2 Belanda.
VOC
dipimpin oleh De Heren Zeventien & Pieter Both sebagai gubernur jendral
pertama.
VOC
awalnya berpusat di Ambon, tapi sejak kepemimpinan Jan Pieterzoon Coen, pusat
VOC dipindah ke Jayakarta yang namanya diubah menjadi Batavia.
Kehadiran
VOC di Jayakarta menimbulkan persaingan dengan Portugis, namun dengan
kelicikannya, VOC berhasil mempengaruhi penguasa Banten untuk mencabut hak
dagang Portugis. Tgl 13 Mei 1619 VOC mendapat hak monopoli penuh di
Jayakarta yang saat itu namanya diganti meenjadi Batavia.
Bidang
Politik
Perluasan
pengaruh politik VOC umumnya dilakukan dengan berbagai perjanjian yang
disebabkan adanya konflik dengan penguasa setempat, antar penguasa (salah satu
penguasa minta bantuan VOC), serikat dagang Eropa lainnya.
Di
Maluku VOC mengadakan perjanjian dengan kerajaan Hitu & Ternate untuk
menghadang pengaruh Portugis, serta memaksa penguasa Ternate untuk
menandatangani perjanjian yang mengakui kekuasaan VOC.
Di
Jawa VOC mempengaruhi penguasa Banten untuk menanamkan dominasinya di kerajaan
tersebut. VOC mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia sesuai dengan nama
bentengnya.
VOC
memaksa kerajaan Mataram untuk mengakui kekuasaannya dengan Perjanjian Giyanti
(1755) & Salatiga (1757)
Di
Sulawesi VOC memaksa Kerajaan Gowa menandatangani Perjanjian Bongaya.
Dengan semua ini, VOC telah menanamkan pengaruh hingga ke daerah2 di Nusa
Tenggara.
Bidang
Sosial Budaya
- Kebijakan pemerintah colonial sangatlah terbatas, karena perhatian difokuskan pada bagaimana caranya mengeruk kekayaan Indonesia sebanyak mungkin.
- Gaya hidup berbeda dalam kampong di halaman Eropa melahirkan perkawinan & koneksi.
- Sejak 1650-an mulai terlihat kebiasaan berlebihan dalam gaya hidup di Batavia. Seperti : rumah2 mewah, kereta, cara berpakaian, jumlah budak yang dimiliki, pesta2,dll. Kebiasaan ini merasuki kalangan pegawai VOC & warga sipil yang kaya sehingga menyuburkan persaingan tentang pamer kekayaan.
- Pada tgl 30 Desember 1754 Gubernur Jendral Jacob Mossel mengeluarkan “Reglement Terbeteugeling van Pracht en Praal” yang terdiri dari 12 pasal (124 ayat) yang mengatur sampai sekecil-kecilnya urusan berpakaian, kepemilikkan kereta, budak, dsb
- Portugis
Setelah
menguasai salah satu pusat perdagangan di Asia Tenggara, Portugis memperluar
kekuasaannya ke Maluku
Di
Maluku sering terjadi pertentangan seperti : antara Kerajaan Hitu & Seram
dan antara Kerajaan Ternate & Tidore
Portugis
memanfaatkan kesempatan ini untuk memihak salah satu kerajaan tersebut dan
menanamkan dominasinya di Maluku. Portugis mendapat hak monopoli
perdagangan rempah-rempah di Hitu & Ternate karena telah memihak pada
kerajaan tersebut.
- Inggris
Abad
ke-16 sampaj 18 Inggris melalui EIC gagal memonopoli perdagangan di Indonesoa,
sehingga perluasam pengaruh politiknya tidak begitu besar.
Abad
ke-19 di bawah pimpinan Raffles, Inggris dapat menanamkan pengaruh politik
meskipun hanya di Jawa. Raffles membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan
dan tiap keresidenan tersebut dibentuk badan pengadilan (landraad)
D. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial terhadap Rakyat Indonesia
- Terhadap Kehidupan Ekonomi
Kebijakan
monopoli yang telah diterapkan sejak Portugis hingga Belanda mendatangkan
kesengsaraan bagi rakyat, karena rakyat tidak memiliki kebebasan untuk
menjual/menentukan harga hasil panen.
Seluruh
hasil panen dijual pada pemerintah kolonial dan pemerintah menentukan harga
yang menguntungkan bagi mereka bukan bagi rakyat.
VOC
tidak segan2 menggunakan senjata seperti :
- Kapal Hongi : kapal kecil milik VOC untuk mengejar & menenggelamkan pedagang bangsa lain yang ketahuan akan membeli rempah2 di Indonesia dengan harga tinggi.
- Hak Ekstirpasi : hak pembatasan pohon rempah2. Jika jumlah pohonnya melebihi yang telah ditetapkan VOC, maka pohonnya dibinasakan
- Terhadap Kehidupan Politik
Penguasa
lokal seperti raja, sultan, adipati tidak memiliki kekuasaan karena sering
dicampuri urusannya oleh pemerintah kolonial. Hal ini berakibat pada
adanya pembagian hak monopoli untuk pemerintah colonial.
Dalam
kenyataannya, para penguasa memang berkuasa terhadap wilayahnya secara de
jure/hukum, tapi secara de facto/nyata pemerintah colonial yang berkuasa.
Misalnya : dalam pergantian tahta, pengangkatan jabatan, penentuan kebijakan
tertentu, pemerintah colonial sering ikut campur & tidak jarang penguasa
lokal harus kehilangan kekuasaan & haknya.
- Terhadap Kehidupan Sosial
Setelah
kedatangan bangsa Barat, para penguasa lokal hanya menjadi pegawai pemerintah
kolonial, sehingga derajat mereka seolah-olah turun di mata rakyat.
Munculnya
kasta berdasarkan
golongan
:
- Kelompok Masyarakat Eropa (kaum kolonial) : memiliki hak tertentu seperti dilayani
- Kelompok Masyarakat Bangsawan : terdiri dari keluarga istana & pegawai pemerintah kolonial
- Kelompok Masyarakat Jelata
- Terhadap Kehidupan Budaya
Kedatangan
bangsa Barat ke Indonesia menimbulkan akulturasi, terutama di Jawa.
Budaya mereka berpengaruh pada budaya lokal.
Dalam
masyarakt pribumi di kalangan bangsawan muncuk tradisi dansa. Banyak
tradisi lokal yang luntur akibat campur tangan Belanda.
E.
Perbedaan Pengaruh Kolonial Daerah-Daerah di Pulau Jawa & Luar Pulau Jawa
Kedatangan
Bangsa Barat ke Indonesia dipusatkan pada aspek ekonomi, yaitu untuk menguasai
sentra2 produksi & jalur pemasaran.
Pengaruh
pemerintahan Portugis sangat dirasakan di daerah rempah2 seperti Maluku,
Samudra Pasai & Minangkabau. Portugis berhasil memonopoli
perdagangannya. Sedangkan daerah2 lain Portugis gagal memonopoli
perdagangannya.
Pengaruh
kekuasaan Inggris pada masa EIC kurang dirasakan karena kalah bersaing dengan
VOC
Pengaruh
kekuasaan Belanda pada masa VOC sangat dirasakan di daerah sentra produksi
& pusat perdagangan seperti L Maluku, Banten, Batavia, Mataram Gowa.
Di
Daerah Jawa, VOC menanamkan pengaruhnya secara tidak langsung, yaitu melalui
penguasa2 lokal. Mereka berusaha mempengaruhi penguasa lokal supaya
diberi hak istimewa untuk monopoli.
Di
luar Jawa, VOC menanamkan pengaruhnya secara langsung, yaitu di Sumatra,
Kalimantan, Maluku, Sulawesi. Belanda memerintah rakyat secara
langsung. Contohnya di Maluku, Belanda langsung memonopoli perdagangan
& membatasi kekuasaan penguasa lokal.
Penanaman
cengkeh di Maluku hanya dibolehkan di Banda & Ambon. Lalu tiap tahun
pohon rempah2 yang ditanam tanpa izin akan dihancurkan dengan pelayaran Hongi,
sehingga rakyat Ternate-Tidore menjadi miskin. Selain itu, orang2 pribumi
juga menerima gaji yang rendah
Sumber:
http://buiran.blogspot.co.id/